Khusyu’ Solat and Khusyu’ Study: Intro

i don’t want to go to details on this topic due to exams, assignments and all (hence the ‘Intro’), but i think this is a very important thing for all of us muslims to know.

not really going to go on about the definition, dalil2 aqli n naqli etc. just some tips on how to stay khusyu’ in our solah, and perhaps in our study too!

the website (free download, .pdf format):  E-Book Shalat Khusyu Itu Mudah (a very eye-catching title, huh?)

before i go to the point, just a short story on what lead me to this book.

~*~

till yesterday, it has been 12 days since i started my major changes in life, and alhamdulillah, Allah has helped me leaving most of the jahiliyyah things and stay strong with the change. but there are still some changes that i am really hoping to occur but still failing to achieve: khusyu’ solah and concentrate on studying (medical subjects).

i just realized that it was easy to stop some habits, but it is hard to start some habits. for days i tried to really concentrate my thoughts in my prayers and focus in my studies but to no avail, or at least there’s little improvement, but never satisfactory. and i became desperate. prayers after prayers i offered, begging Allah to show me the way. i started googling for some tips (first on how to focus on my study, then i decided that if i can’t concentrate on my studies, perhaps it’s because i can’t focus on my solah) and tried practicing them,  but none have really achieved what i had in mind.  until yesterday, Allah lead me to  this precious knowledge, not directly but through here. alhamdulillah

~*~

so just some points to get you interested:

1. do you seriously think that khusyu’ means just to concetrate? consider these ayahs from alQuran (just copy paste from the book):

i)  Hina dan menunduk


“Banyak muka pada hari itu tunduk terhina“. (QS. Al Ghaasyiyaah [88]:2).

“Pandangannya tunduk“. QS. (An-Naazi’aat [79]: 9).

“Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan” QS. (Al Qamar [54]: 7)

ii) Rendah dan tenang

“. Dan merendahlah semua suara kepada Rabb Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja”. (QS. (Thaahaa [20]: 108).

iii)  Merendahkan dan menundukkan diri

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir”. (QS. Al Hasyr [59] : 21).
“(dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera”.

(QS. Al Qalam [68] : 43).

iv) Kering dan mati

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaaan-Nya (ialah) bahwa engkau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air diatasnya, niscaya ia bergerak dan subur”. (QS. Fushshilat [41]: 39).

but the most important is this:

v)keyakinan sedang menghadap Allah

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS Al Baqarah [2] 45-46)

2. so how can you possibly feel khusyu’ in solah if you can’t feel how pathetic you are to Allah, how weak, helpless, down-to-earth ? it’s how you feel when facing Allah that can mainly help you focus in your solah, not really the physical aspect (to some extent, yeah, but not the important one). consider the next point:

3.  from the book

Melihat tempat sujud membantu agar pandangan kita tidak melirik kekiri dan kanan, tetapi tidak mampu menahan fikiran kita yang suka melompat ke kiri dan kanan.

Jika khusyu’ dapat diperoleh dengan memahami erti bacaannya, ketika saya pergi ke Makkah, ternyata orang-orang Arab pun terlihat tidak lebih khusyu’ daripada kita. Ada yang matanya melirik ke kiri-kanan, ada yang sibuk merapihkan tutup kepalanya, dan lain-lain. Padahal mereka tentu lebih memahami erti bacaannya. Cuba untuk “menghadirkan” Allah, malah menambah kebingungan kita sendiri. Di dalam Al Qur’an dinyatakan, bahwa Allah tidak dapat diserupakan apapun juga (Asy-Syuura: 11). Jadi apapun yang kita bayangkan mengenai wujud Allah, maka itu pasti salah.

3. there are basically 2 types people who perform solah in alQuran:

i) the mu’minuun

Sungguh beruntung orang-orang beriman, yang di dalam shalatnya dilakukan dengan rasa khusyu’. (QS Al Mukminun [23]:1-2).

ii) the munafiquun

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah juga akan membalas atas tipuannya tersebut. Mereka itu apabila melaksanakan shalat dilakukan dengan perasaan malas, dan mereka tidak serius didalam mengingat Allah kecuali hanya sedikit saja. (QS An Nisaa’ [4]:142)

so which type are you?

~*~

i guess that’s all for the intro (will leave the minor corrections, if any later).i  hope this helps

wallahua’alm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: